Selasa, 22 Oktober 2019

Grab meluncurkan inovasi terbaru E-scooter (Grabwheels)

Grabresmi meluncurkan proyek uji coba layanan skuter listrik pertama di Indonesia yang dinamai GrabWheels. Fasilitas ini baru bisa digunakan di area BSD City, Tengerang.

Pengguna bisa mengunduh aplikasi GrabWheels yang terpisah dengan aplikasi Grab. Layanan tersebut bisa dinikmati secara gratis dalam tahap uji coba.

"BSD City merupakan lokasi pertama kami meluncurkan layanan skuter listrik di Indonesia. GrabWheels cukup unik dan tepat digunakan untuk transportasi jarak pendek tiga sampai lima kilometer," ujar Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan dalam peluncuran proyek uji coba GrabWheels di BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (9/5).

GrabWheels menargetkan orang-orang yang sehari-hari membutuhkan transportasi jarak pendek untuk menuju ke stasiun atau terminal. GrabWheels juga berguna bagi pelajar dan mahasiswa atau pekerja yang berdomisili dekat dari kantor atau sekolah.
Oleh karena itu lokasi peminjaman GrabWheels akan disediakan di daerah-daerah seperti pemukiman penduduk, area perkantoran, dan fasilitas pendidikan. Lokasi peminjaman ini mirip seperti tempat parkir. 

Pengguna tinggal melakukan pemindaian QR code yang berada di stang motor melalui aplikasi. Kemudian pengguna bisa menggunakan skuter elektrik tersebut.

Pengguna bisa mengembalikan skuter di tempat parkir GrabWheels mana pun. Proses pengembalian skuternya dengan cara melakukan pemindaian QR Code yang berada di tempat parkir.

Ongki mengatakan saat ini di BSD City sudah terdapat lima tempat parkir GrabWheels dan ada sekitar 50 skuter elektrik yang telah siap beroperasi.
Peminat bisa mengunduh aplikasi GrabWheels yang terpisah namun terintegrasi dengan aplikasi Grab.Peminat bisa mengunduh aplikasi GrabWheels yang terpisah namun terintegrasi dengan aplikasi Grab. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Terkait tarif, Ongki mengatakan pihaknya masih belum menentukan. Kendati demikian, berkaca dari skema tarif GrabWheels di Singapura, maka kemungkinan tarif GrabWheels berada di kisaran Rp5 ribu per 30 menit.

"Kalau di Singapura itu 50 sen dollar Singapura per 30 menit. Artinya sekitar Rp5 ribu per 30 menit," kata Ongki.

Ongki menjelaskan batas kecepatan skuter listrik dibatasi hingga 15 km per jam. Skuter bisa memiliki jarak tempuh 40 km saat kondisi baterai 100 persen.

"Saat soft launch GrabWheels, dalam sehari sudsh ratusan pengguna yang memakai layanan ini di BSD City," ujar Ongki.

Dalam tahap uji coba ini Grab melakukan evaluasi, analisis dan menerima masukan untuk memaksimalkan layanan GrabWheels. Lokasi tempat parkir dan jumlah skuter juga masih dalam tahap evaluasi.
Di BSD City sudah terdapat lima tempat parkir GrabWheels dan ada sekitar 50 skuter elektrik yang telah siap beroperasi.Di BSD City sudah terdapat lima tempat parkir GrabWheels dan ada sekitar 50 skuter elektrik yang telah siap beroperasi. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Dalam kesempatan yang sama, Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap menambahkan layanan GrabWheels akan turut memperkuat sistem transportasi yang terintegrasi dan inovatif di area BSD City.

Solusi transportasi berbasis multimoda sudah dilakukan di BSD City, Tangerang mulai dari transportasi jarak jauh dengan bus dan kereta listrik Commuter Line hingga transportasi jarak dekat dengan shuttle bus BSD Link.

"BSD City berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas digital untuk menuju integrated smart digital city," tutup Irawan.

Sabtu, 18 Mei 2019

MENCARI SINOPSIS FILM

SINOPSIS FILM 300 (2006)




Sutradara   : Zack Synder
Produser    : Gianni Nunnari
                      Mark canton
                      Bernie Goldman
                     Jeffrey Silver

Penulis      : Skenario:
                     Zack Synder
                     Kurt Johnstad
                     Michael B.Gordon
                    Buku Komik:
                    Frank Miller

Pemeran  : Gerard Butler
                    Lena Headey
                   David Wenham
                   Dominic West
                   Rodrigo Santoro
                   Andrew Tiernan

Durasi     : 117 menit


Film 300 (2006) menceritakan tentang perjalanan heroic 
prajurit Yunani yang dipimpin King Leonidas (Gerard Butler), seorang Hoplites, pasukan Yunani yang juga menjadi pemimpin satu grup pasukan yang disebut Spartan. King Leonidas memang hanya memiliki pasukan sebanyak 300 orang, tetapi mereka mampu menyerang Persia yang memiliki pasukan lebih dari 300.000 orang. Perang antara Yunani dan Persia ini dimulai satu tahun setelah Battle of Thermopylae, di mana King Leonidas memulai perjuangannya untuk melawan para prajurit Persia. Hal ini dikarenakan, Persia menganggap Yunani dan para Sparta ini sudah menyerah kepada Persia, oleh karena itu Persia meminta ‘air dan tanah’ sebagai bentuk resmi jika Yunani menyerah di tangan Persia.

Menolak untuk menyerah, King Leonidas justru menyatakan perang kepada Persia dengan menendang utusan dari Persia yang meminta ‘air dan tanah’ itu ke sumur yang sangat dalam, kalimat yang terkenal dari King Leonidas saat menendang utusan itu adalah ‘madness? This is Sparta!’. Setelah itu, King Leonidas dan pasukannya memutuskan untuk menyerang Persia dan menaklukkan King Xerxes, pemimpin kejam Persia pada masa itu.

Taktik perang Yunani pun bisa dibilang bagus, sempat memukul mundur pasukan Persia beberapa kali. Apalagi, banyak pasukan Yunani yang menyamar jadi pasukan Persia untuk mengamankan taktik para Spartan ini agar tidak diketahui saat menyerang. Namun, bertemunya King Leonidas dengan Ephialtes mengubah banyak strategi yang awalnya sukses menjadi berantakan. Ephialtes yang ingin bergabung dengan pasukan Spartan ditolak mentah-mentah oleh King Leonidas yang berujung pada kemarahan dari Ephialtes. Lalu, Ephialtes memutuskan untuk berubah haluan dengan membantu Persia dan King Xerxes untuk memenangkan pertempuran Thermopylae. Meski sedikit secara kuantitas, 300 pasukan milik King Leonidas ini mampu melawan hingga titik darah penghabisan, termasuk membuat Ephialtes menyesal telah mengkhianati Yunani. 300 adalah film yang dirilis tahun 2006.

Sabtu, 05 Januari 2019

Konflik Antar Kelompok

Pengertian Konflik Antar Kelompok
Konflik antar kelompok merupakan:
Sebuah keadaan di mana kelompok-kelompok mengambil tindakan bertentangan (antagonis)antara kelompok satu dengan kelompok lainuntuk mengontrol beberapa hasil akhir yang penting untuk masing-masing kelompok.
Sebuah ekspresi yang jelas dari ketegangan antara tujuan atau masalah dari satu kelompok terhadap kelompok lain.
Teori konflik: Penjelasan tentang sifat, perkembangan, dan konsekuensi dari konflik sosial. Teori yang paling menonjol telah dikembangkan oleh Karl Marx, Georg Simmel, Lewis Coser, dan lain-lain. Marx berhipotesis bahwa konflik akhirnya akan mengarah pada penggulingan kelompok kekuasaan, mengarah pada tatanan tanpa kelas sosial, masyarakat bebas konflik.
Simmel dan Coser berpendapat bahwa bahwa konflik tidak secara inheren buruk dan konflik dapat melayani fungsi penting seperti memperkuat kelompok dalam (in group), meningkatkan kohesivitas kelompok, dan memobilisasi energi dari anggota kelompok (Barker, 1987).

Faktor penyebab terjadinya konflik antar kelompok

Soerjono Soekanto berpendapat bahwa ada beberapa faktor penyebab konflik. Faktor tersebut adalah :
Perbedaan yang Terjadi Antar Individu
Manusia memiliki karakter yang khas berdasarkan corak kepribadiannya. Tiap individu berkembang berbarengan dengan ciri khasnya masing-masing, meskipun individu-individu tersebut berada di tempat dan lingkungan yang sama.
Interaksi akan muncul saat individu bertemu dengan individu lainnya. Saat proses interaksi inilah terjadi proses adaptasi atau pertentangan dengan individu-individu lainnya. Saat salah satu individu merasa tak sesuai dan tak mampu beradaptasi dengan sekitarnya, konflik akan terjadi.
Adanya Perbedaan Kebudayaan
Perbedaan kebudayaan merupakan salah satu faktor penyebab konflik. Kebudayaan sendiri sering dianggap sebagai sebuah ideologi. Sehingga ada sebagian kelompok yang menganggap kebudayaannya lebih tinggi dari kebudayaan yang lain.
Hal seperti itulah yang dapat memunculkan konflik. Bahkan beberapa konflik besar yang terekam sejarah pun timbul akibat perbedaan kebudayaan ini.
Ya, konsep suku dan kebudayaan memang memainkan peranan penting sekaligus dramatis dalam kehidupan manusia sejak dulu hingga nanti.
Terdapat Perbedaan Kepentingan
Untuk menempa kualitas diri, manusia memang membutuhkan proses interakksi dengan orang lain. Tujuannya, agar kebutuhan lahiriah dan batiniahnya terpenuhi. Hubungan timbal balik itulah yang membuat manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Tiap individu mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan kepentingan yang berbeda-beda.
Perbedaan inilah yang jika tidak dijaga dengan baik akan menimbulkan konflik.

Berikut adalah contoh konflik yang terjadi dikalangan mahasiswa

Foto: Suasana Kampus unismuh Makassar yang berujung bentrok dan aksi pembakaran

Fenomena yang terjadi akhir–akhir ini sangatlah memprihatinkan, karena kecenderungan merosotnya moral bangsa hampir terasa di semua strata kehidupan. Krisis moral ini kemudian diikuti dengan menyuburnya pola hidup konsumtif, materialistis, hedonis, dan lain sebagainya yang semuanya menyebabkan tersingkirnya rasa kemanusiaan, kebersamaan, dan kesetiakawanan sosial.
Sedangkan untuk kalangan perguruan tinggi, tawuran mahasiswa juga masih terjadi dimana mana. Khususnya di Makassar, tawuran pelajar seakan menjadi rutinitas. Bahkan Makassar terkenal dengan istilah “kota tawuran”. Pasalnya hampir setiap tahunnya terjadi tawuran antar mahasiswa baik lain perguruan tinggi, maupun satu perguruan tinggi tapi beda fakultas dan beda jurusan. Sungguh fakta yang mencerminkan masih buram dan rapuhnya pendidikan di negeri ini.
Hal ini menjelaskan bahwa begitu masih primitifnya cara berfikir kita, Menurut MacLean, Jika kita tidak memiliki kecakapan berpikir, mustahil kita dapat mengendalikan otak yang ada di tengah (otak emosi). Apabila kita tidak dapat mengendalikan otak emosi (tidak mampu merenung atau berefleksi), maka otak emosi ini akan memola cara bersikap kita.
Khusus di kalangan mahasiswa, problem sosial moral ini dicirikan dengan sikap arogansi, saling memfitnah, rendah kepedulian sosial, meningkatnya hubungan seks pra nikah, bahkan merosotnya penghargaan dan rasa hormat terhadap dosen ataupun orangtua sebagai sosok yang seharusnya disegani dan dihormati. Bila dicermati dengan seksama ternyata kejadian sumuanya mengisyaratkan adanya kecenderungan meningkatnya perilaku agresif pada mahasiswa (Aziz dan Mangestuti, 2006).
Kampus yang sejatinya merupakan tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nyatanya menjadi medan pertarungan fisik dan psikis, dimana tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk merangsang manusia agar dapat mengembangkan potensi diri, sehingga dapat didayagunakan dalam kehidupan, baik sebagai mahkluk individu maupun makhluk sosial. Kampus sebagai lembaga formal mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang mencerdaskan kehidupan bangsa,dalam hal ini bukan hanya dalam ranah kognitif saja ,namun juga ranah afektif dan psikomotorik yang mendewasakan mahasiswa melalui proses pendidikan.
Menurut Isre (2003:5-6) konflik sosial biasanya terjadi karena bertemunya empat element utama dalam waktu yang bersamaan. Keempat element itu ialah facilitating contexts (konteks pendukung), core (roots) of conflict (akar konflik), fuse faktor (sumbu), dan triggering factors (pemicu). Keberadaan konteks pendukung ini biasanya tidak serta merta mengakibatkan terjadinya konflik, tetapi berfungsi sebagai tempat berseminya potensi-potensi konflik untuk menunggu saat yang tepat.
Core of conflict (akar konflik), biasanya adalah suatu tingkat social deprivation (penderitaan sosial) atau marginalisasi sosial yang tidak dapat ditolerir lagi dalam perebutan sumber-sumber daya (resources) maupun kekuasaan (power). Selanjutnya, dikatakan bahwa Fuse factor (sumbu), biasanya juga sudah ada disana, tetapi tidak dengan sendirinya menyala menjadi konflik jika tidak tersulut atau disulut. Sumbu konflik bisa berupa sentimen suku, ras, keagamaan, dll.
Triggering factors (pemicu) adalah peristiwa atau momentum dimana semua element di atas diakumulasikan untuk melahirkan konflik sosial. Momentum itu bisa terjadi hanya berbentuk pertengkaran mulut atau perkelahian kecil antara dua individu mengenai sesuatu hal yang amat remeh atau jauh dari akar konflik, tetapi berfungsi menjadi pembenar bagi dimulainya suatu konflik yang berskala lebih besar. Di kalangan mahasiswa kita dapat melihat, apakah dalam bentuk tindakan, sikap, prilaku, atau argumen yang tidak realistis serta pemicu yang dapat menimbulkan konflik.
Dalam ruang lingkup yang lebih kecil, konflik dalam kelompok-kelompok mahasiswa dapat saja mengalami perkembangan identitas dan strukturalnya dalam lingkungan kemahasiswaan. Hal ini dapat diakibatkan karena kurangnya solidaritas mahasiswa antar fakultas yang satu dengan yang lain sehingga ada wilayah dan wewenang yang sama-sama mereka perjuangkan tanpa melihat kepentingan bersama. Selain itu tingkat ketegangan sosial yang selama ini dialami oleh mahasiswa sebagai akibat dari padatnya aktivitas perkuliahan yang cenderung tidak di imbangi dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menetralisir kondisi ketegangan mahasiswa.
Selama ini sudah jarang kita temui lagi kegiatan-kegiatan seni dan olahraga, diskusi-diskusi anatar jurusan, fakultas dan juga antar universitas yang dapat menciptakan integrasi sosial pada lingkungan kampus terlebih budaya membaca dan juga menulis yang semakin terkikis dengan ditambah ketidakmampuan mahasiswa menerima dengan bijak perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sehingga dengan demikian, kondisi ketegangan sosial yang terakumulasi selama ini dapat saja menjadi sumber pemicu konflik antar mahasiswa.
Perbedaan kepentingan (versted interest) dan hilangnya nilai yang menjadi pengikat antara kelompok-kelompok baik kelompok fakultas, organisasi mahasiswa dan program studi tersebut juga menjadi aspek pemicu dan sekaligus menjadi sumber-sumber konflik di kalangan masyarakat ilmiah. Adanya keinginan atau manifestasi bahwa kelompok mereka adalah dominan, berpengaruh dan berkuasa juga dapat berdampak munculnya konflik yang lebih bersifat terbuka.
Deprivasi relatif yang diartikan sebagai persepsi aktor tentang kesenjangan antara ekspektasi nilai dan kapabilitas nilainya atau pandangan tentang kesenjangan negatif antara ekspektasi atau legitimasi dan aktualitas. Ekspektasi inilah yang dipahami oleh sebagian kelompok mahasiswa yang memberikan rasa unggul dalam dirinya dan fakultasnya atau kelompoknya baik dalam istilah ekonomi, sosial, ataupun basis yang mendasar.
Masyarakat telah memberi gelar mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan). Agen yang diharapkan membuat sebuah perubahan lebih baik menuju kehidupan madani. Sayangnya pelaku perubahan tersebut melakukan tindakan kurang terpuji. Sehingga untuk merasa damai hanya menjadi sebuah cita dalam mewujudkan masyarakat madani.
Mahasiswa seringkali tampak kurang mampu untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri, kurang bisa menghadapi perbedaan pandangan sehingga tidak jarang melakukan tindakan anarkis yang sama sekali tidak memberikan suasana damai seperti merusak fasilitas umum, memblokade jalan, tawuran antar mahasiswa.
Di Makassar, fenomena perilaku agresif mahasiswa seringkali terjadi dan mendapatkan perhatian banyak pihak. Agresi merupakan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan pihak lain, sehingga diperlukan upaya untuk mereduksi dan mengendalikan perilaku agresif pada mahasiswa.
Saran saya, tim pengajar (dosen) serta orang tua harus memberikan pengertian dan penilaian ekstra agar ada kontrol dari keduanya, begitupula mahasiswa harus lebih dekat pada upaya membantu bangsanya dengan belajar dan mengenali tanggungjawabnya sebagai masyarakat ilmiah, tentu dengan gerakan moral sebagai kontrol sosial sebagai perubahan. Mahasiswa harus lebih aktif mengembangkan dirinya dengan kreativitas kelembagaan seperti diskusi ataupun kajian-kajian, tidak terisolasi pada proses pengkaderan yang konservatif semata.
Tanggapan :  Saran saya dalam penyelesaian konflik di kampus  pertama-tama dibicarakan dulu antar ketua-ketua HMJ (Himpunana Mahasiswa Jurusan) yang terkait atau lembaga yang lebih tinggi dari HMJ secara struktural. Apabila ketua-ketua HMJ tidak dapat menyelesaikan faktor penyebab konflik yang terjadi maka akan di serahkan kepada komisi disiplin universitas dengan mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu. Kemudian apabila terjadi konflik di kampus dengan tingkat yang cukup parah maka pihak civitas kampus hendaknya melibatkan aparat keamanaan. Selain itu untuk mencegah kembali terjadinya konflik pihak universitas hendaknya melarang tegas mahasiswa mengadakan kegiatan-kegiatan malam di kampus dan apabila ada mahasiswa yang kedapatan masih melakukan tindakan amoral yang tidak mencerminkan identitas kemahasiswaanya maka pihak universitas wajib memberi sangsi yang tegas pula.

Kesimpulan

Konflik merupakansuatu pertentangan yang biasanya terjadi karena ada perbedaan pendapat dan keinginan seseorang yang tidak terpenuhi dan tidak bisa diselesaikan secara adil maka terjadilah konflik antara kelompok maupun konflik antar kelompok yang disebabkan oleh individu.

Sumber referensi :

https://www.universitaspsikologi.com/2018/04/pengertian-dan-teori-konflik-antar-kelompok.html
https://neuhauslabs.com/faktor-penyebab-konflik/
https://tawakkalbaharuddin.wordpress.com/2016/05/26/konflik-antar-mahasiswa/

Toleransi Antar Umat Beragama Di Indonesia

Pengertian Toleransi

Dalam bahasa inggris “tolerance” berarti membiarkan, mengakui dan menghormati keyakinan orang lain tanpa persetujuan. Dan dalam bahasa arab istilah toleransi merujuk pada kata “tasamuh” yaitu saling mengizinkan atau saling memudahkan.
Menurut bahasa, arti toleransi adalah menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat berbeda dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda.
Sedangkan menurut istilah, arti toleransi yaitu sikap menghargai dan membebaskan orang lain (kelompok) untuk berpendapat dan melakukan hal yang tidak sependapat atau sama dengan kita tanpa melakukan intimidasi terhadap orang atau kelompok tersebut. Yaitu sikap menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama manusia.
Adapun pengertian toleransi secara umum adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok atau individu dalam masyarakat atau dalam lingkup kehidupan lainnya. Yaitu memberi kebebasan kepada individu/kelompk lain untuk menjalankan keyakinannya, mengatur hidupnya hingga menentukan nasibnya masing masing, asalkan semuanya masih dalam suatu koridor yang tidak bertentangan dengan syarat-syarat terciptanya ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat.

Toleransi Dalam Beragama di Indonesia
Toleransi beragama memiliki arti sikap lapang dada seseorang untuk menghormati dan membiarkan pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah mereka menurut ajaran dan ketentuan agama masing-masing yang diyakini tanpa ada yang mengganggu atau memaksakan baik dari orang lain maupun dari keluarganya sekalipun.
Adapun kaitannya dengan agama, pengertian toleransi beragama adalah toleransi yang mencakup masalah - masalah keyakinan pada diri manusia yang berhubungan dengan akidah atau yang berhubungan dengan ke-Tuhanan yang diyakininya.
Toleransi dalam pergaulan hidup antara umat beragama, yang didasarkan kepada; setiap agama menjadi tanggung jawab pemeluk agama itu sendiri dan mempunyai bentuk ibadat (ritual) dengan system dan cara tersendiri yang ditaklifkan (dibebankan) serta menjadi tanggung jawab orang yang pemeluknya atas dasar itu, maka toleransi dalam pergaulan hidup antar umat beragama bukanlah toleransi dalam masalah-masalah keagamaan, melainkan perwujudan sikap keberagamaan pemeluk suatu agama dalam pergaulan hidup antara orang yang seagama, dalam masalah-masalah kemasyarakatan atau kemaslahatan umum.

Dalam memantapkan Toleransi beragama perlu dilakukan suatu upaya-upaya yang mendorong terjadinya Toleransi beragama secara mantap antara lain adalah sebagai berikut :
1. Memperkuat dasar-dasar toleransi antar umat beragama, dengan pemerintah.
2. Membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dan bertoleransi dalam bingkai teologi dan implementasi dalam menciptakan kebersamaan
dan sikap toleransi, antara lain :
Menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka memantapkan pendalaman dan penghayatan agama.
Melakukan eksplorasi secara luas tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dari seluruh keyakinan plural umat manusia yang fungsinya dijadikan sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan prinsip-prinsip berpolitik dan berinteraksi sosial satu sama lainnya dengan memperlihatkan adanya sikap keteladanan dan tolernasi.
Melakukan pendalaman nilai-nilai spiritual yang implementatif bagi kemanusiaan yang mengarahkan kepada nilai-nilai Ketuhanan, agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan.
Menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama lain, sehingga akan tercipta suasana yang damai
Menyadari bahwa perbedaan adalah suatu realita dalam kehidupan bermasyarakat, oleh sebab itu hendaknya hal ini dijadikan mozaik yang dapat memperindah fenomena kehidupan beragama.
Adapun prinsip-prinsip yang harus dipegang :
1. Prinsip Eksklusif: ajaran/doktrin/akidah tiap agama by nature bersifat eksklusif yaitu tiap agama memiliki ajaran masing-masing yang berbeda dan tidak perlu dipertentangkan atau bahkan dipertanyakan oleh agama yang lain. Diskusi tentang iman kepercayaan hanyalah boleh dilakukan di dalam lingkup umat beragama yang bersangkutan dan hendaknya tetap mengedepankan prinsip saling menghormati dan menghargai. Contoh: diskusi antar umat Kristen tentang doktrin Kristologi (ajaran tentang Kristus) hanya dilakukan di kalangan umat Nasrani dan tidak melibatkan umat beragama yang lain. Demikian juga diskusi tentang Nabi Muhammad SAW hendaknya hanya dilakukan di kalangan umat Muslim saja.
2. Prinsip Inklusif: selain berbicara tentang ajaran/doktrin/akidah agama, umat beragama dapat bersatu dan bekerjasama dalam hal-hal diluar konteks ajaran/doktrin/akidah misalnya: bakti sosial kemanusiaan, donor darah, relawan bencana, dll. Prinsip inklusif tidak menjadikan perbedaan agama dan kepercayaan sebagai penghalang sebaliknya agama menjadi pemersatu karena di dalam kemanusiaan kita memiliki persamaan yaitu sama-sama manusia ciptaan Tuhan yang harus saling membantu, menolong dan bekerjasama. Contoh: pada waktu bencana Tsunami terjadi di Aceh, banyak orang yang memberikan bantuannya berupa materil dan non-materil dan mereka terdiri dari latar belakang agama yang berbeda-beda.

Contoh Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia

1. toleransi beragama di sebuah desa di Karanganyar, Jawa Tengah

Desa Ngargoyoso, di kaki Gunung Lawu, mungkin bisa menjadi potret toleransi. Di desa tersebut, tiga tempat ibadah, yakni masjid, gereja, dan pura berdiri berdampingan.
Komunikasi yang baik dan sikap saling menghormati membuat seluruh warga desa hidup dalam damai walau berbeda keyakinan.


2. Umat Islam di Tambrauw, Papua bantu umat Kristen saat perayaan hari besar



Toleransi antarumat beragama di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, menjadi contoh yang indah. Contoh budaya toleransi di antaranya panitia yang bertugas pada perayaan hari besar umat Kristen adalah umat Islam, begitu juga sebaliknya. Kerukunan dan toleransi tersebut bukan karena desakan pemerintah, tapi tumbuh dari kebersamaan di tengah masyarakat dengan sendirinya.

Kesimpulan 

1. Bahwa toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati antar sesame uman manusia untuk menghindari kebencian dan keegoisan antar umat manusia dalam segala hal.
2. Toleransi merupakan hak kewajiban dalam diri manusia untuk saling menjaga hubungan persaudaraan termasuk dalam perbedaan agama dan keyakinan.

Sumber referensi :

https://www.zonareferensi.com/pengertian-toleransi/
http://seputarpengertian.blogspot.com/2016/09/pengertian-toleransi-dalam-beragama.html
https://pgsd.binus.ac.id/2017/12/31/in-toleransi-umat-beragama-di-indonesia-2/
https://www.liputan6.com/health/read/3165084/4-bukti-toleransi-masih-hadir-di-indonesia

Kamis, 03 Januari 2019

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN

IlMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

A. Pengertian

1.Ilmu Pengetahuan

Pengertian Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan alam manusia. Sedangkan Pengertian Pengetahuan adalah informasi yang telah diproses dan diorganisasikan untuk memperoleh pemahaman, pembelajaran dan pengalaman yang terakumulasi sehingga bisa diaplikasikan ke dalam masalah/proses bisnis tertentu.
Lalu Pengertian Ilmu Pengetahuan Secara umum adalah suatu sistem berbagai pengetahuan yang didapatkan dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan metode-metode tertentu.
Definisi Ilmu Pengetahuan adalah sesuatu yang didapat dan diperoleh melalui membaca dan memahami benda-benda atau peristiwa yang terjadi.

2.Teknologi

Teknologi adalah kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi, pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia. Teknologi secara signifikan memengaruhi manusia serta kemampuan spesies hewan lain untuk mengendalikan dan beradaptasi dengan lingkungan alami mereka. Istilah ini dapat diterapkan secara umum atau untuk daerah tertentu. Contoh: teknologi informasi, teknologi nuklir, teknologi pertanian, dan teknologi komunikasi.
Secara umum, Teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai.
Definisi teknologi dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan. Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Juga dapat digunakan untuk merujuk kepada kumpulan teknik. Dalam konteks ini, itu adalah keadaan saat ini dari pengetahuan manusia tentang bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan, untuk memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan.

3. Kemiskinan

Kondisi ekonomi seseorang atau sebuah kumpulan orang yang berada di titik terendah, sehingga akan terjadi banyaknya kejahatan karena tingkat pengangguran yang tinggi



B. Pengaruhnya

Dalam pemanfaatan dan penerapannya iptek dapat berdampak negatif dan positif. Dampak positifnya, iptek dapat dimanfaatkan dan diteterapkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Namun dampak negatifnya, akan berpengaruh besar dalam kelangsungan hidup manusia itu sendiri, ujung dari dampak negatif penerapan teknologi adalah kemiskinan.
Dampak negatif tersebut akan berujung pada kemiskinan, apabila manusia tidak mampu mencari dan menemukan pemecahan permasalahan yang timbul. Berikut adalah dampak negatif dari perkembangan, pemanfaatan dan penerapan iptek dalam kehidupan manusia yang saling terkait dan berujung pada masalah kemiskinan:

1. Kesenjangan sosial.

Perkembangan industri dapat meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja. Akan tetapi, hal ini juga dapat memunculkan kesenjangan sosial si masyarakat. Muncullah kelompok masyarakat pemilik modal yang kaya bahkan menjadi konglomerat., tetapi ada juga kelompok masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan. Mereka tidak menguasai teknologi akan semakin tertinggal dan hidup miskin. Terjadilah jurang perbedaan yang begitu dalam antara si kaya dan si miskin. Hal ini dapat mendorong kecemburuan sosial dan kerawanan keamanan.

2. Kerusakan lingkungan alam

Akibat dari semakin meningkatnya jumlah penduduk dan penerapan iptek yamg kurang bijaksana telah menimbulkan kemerosotan kualitas lingkungan alam. Tidak hanya merosot, tetapi juga timbul kerusakan-kerusakan sistem lingkungan alam. Beberapa masalah lingkungan alam yang berkaitan dengan merosot dan rusaknya kualitas lingkungan alam tersebut akan berujung pada kemiskinan.

C. Kasus

Akibat rendahnya harga minyak, pemerintah Rusia tak lagi sanggup membiayai reformasi industri pertahanan di level yang sama seperti sebelumnya.
Pemerintah Rusia telah memutuskan untuk memangkas pengeluaran di bidang pertahanan sebesar satu triliun rubel (15,89 miliar dolar AS), atau sekitar 30 persen. Harian bisnis Kommersantmelaporkan, angka tersebut tercantum dalam rencana anggaran federal yang dikirim pemerintah kepada Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) pada akhir Oktober lalu.
Secara keseluruhan, pengeluaran untuk pertahanan nasional di anggaran federal untuk 2017 ialah sebesar 2,84 triliun rubel (45,15 miliar dolar AS), atau 3,3 persen PDB.
“Ketika jumlah pemasukan merosot, upaya mencapai kompromi antara berbagai penerima anggaran yang berbeda tak lagi diutamakan. Hal yang penting ialah memastikan — meski artinya dalam skala yang lebih rendah — operasi ekonomi nasional dan negara di semua area kunci,” terang Alexei Kalachev, seorang analis dari Finam.
Dengan jatuhnya harga minyak, lanjut Kalachev, tentu tak wajar untuk terus meningkatkan pengeluaran militer, sedangkan anggaran untuk kesejahteraan dipotong. Oleh karena itu, proporsi pengeluaran militer juga perlahan menurun. Sebagai contoh, anggaran militer pada 2018 hanya akan mencakup 3 persen dari PDB, sementara pada 2019, angka tersebut akan jatuh ke titik 2,8 persen.
Reduksi Keseluruhan
Keputusan pemerintah untuk memangkas anggaran pertahanan didorong kuat oleh contoh dari tahun-tahun terakhir Uni Soviet, yang — meski harga minyak jatuh — terus meningkatkan anggaran militer, sehingga negara tersebut terpuruk dalam krisis mendalam yang kemudian memicu perpecahan Soviet.
“Pelajaran utama dalam perencanaan anggaran dari tahun-tahun terakhir Uni Soviet adalah bahaya pengeluaran militer yang berlebihan,” terang Sergei Khestanov, seorang penasihat ekonomi makro untuk pemimpin perusahaan keuangan Otkrytie Broker. Ia menilai itulah alasan mengapa pemerintah memutuskan untuk memangkas pengeluaran pertahanan sepertiganya, meski pada faktanya, reduksi ini akan berimbas pada banyak perusahaan industri pertahanan.
Rancangan anggaran memproyeksikan pemotongan anggaran tak hanya di bidang pertahanan: secara praktis semua sektor akan mengalami pemangkasan anggaran, tapi pemotongan terbesar dialami oleh bidang pertahanan.
“Satu-satunya pengecualian adalah peningkatan tajam pengeluaran untuk kebijakan sosial pada 2017, yang berkaitan dengan siklus pemilihan presiden: menjelang pemilu, jauh lebih penting untuk memuaskan masyarakat,” kata Alexei Kalachev.
Pada saat yang sama, mulai tahun depan, utang negara akan dibayar dengan APBN. Pada saat itu, lumbung dana dari pendapatan minyak Rusia, Dana Cadangan, akan sungguh kelelahan menutupi defisit anggaran, setelah sumber utama yang menyumbat lubang anggaran akan melakukan peningkatan pinjaman.
Pendekatan Ekonomis
Jumlah defisit anggaran paling bergantung pada harga minyak. Pada 2016, pemerintah berencana mempertahankannya pada 3 persen PDB. “Saat ini, rancangan anggaran untuk tahun depan akan didasarkan pada perkiraan yang cukup konservatif terkait harga minyak, yang membutuhkan pengurangan pengeluaran yang cukup besar,” terang Mikhail Poddubsky, analis dari Đ¢eleTrade. Selain itu, ia memprediksi anggaran di masa depan bahkan akan dipotong lebih banyak.
Akibat kekurangan pendanaan publik, pemerintah sudah mulai membatalkan rencana untuk meluncurkan beberapa proyek utama baru. Selain itu, pemerintah juga mengurangi pendanaan yang dialokasikan untuk mengubah jalur kereta utama yang menghubungkan Eropa dan Timur Jauh: Kereta Trans-Siberia dan Jalur Baikal-Amur.
Secara keseluruhan, anggaran pengeluaran rencananya akan dipotong dari 19,8 persen PDB menjadi 16,2 persen pada 2019. Dalam rencana jangka panjang, Kementerian Keuangan Rusia akan mengurangi pengeluaran publik hingga 13,1 persen dari PDB pada 2034.

Daftar Pustaka:
https://id.rbth.com/economics/2016/11/08/tak-mau-ulangi-kesalahan-soviet-rusia-pangkas-pengeluaran-militer_646055
http://umum-pengertian.blogspot.com/2016/01/pengertian-ilmu-pengetahuan-secara-umum.html?m=1
http://www.artikelteknologi.com/2015/05/definisi-teknologi-dan-pengertian-teknologi.html
https://www.google.com/amp/s/tugasskuliah.wordpress.com/2016/01/14/dampak-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-terhadap-kemiskinan/amp/