(REVIEW)
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL
DAN SALURAN KEMIH DENGAN METODE BREADTH FIRST SEARCH
Ø LATAR BELAKANG
Saat ini penyakit ginjal mempengaruhi kematian orang dewasa
di seluruh Dunia khususnya Benua Asia, Australia, Eropa Utara, dan Amerika
Selatan. Penyakit ginjal menjadi indikator kuat risiko kematian dan stadium
akhir penyakit ginjal. Gejala Penyakit Ginjal harus diketahui oleh setiap
orang, karena memang penyakit ini sulit dideteksi (sering tidak ada tanda-tanda
peringatan) namun sangat mengancam kehidupan seseorang. Dan kondisi terburuk
pasien penyakit Ginjal adalah tidak berfunsinya ginjal dalam tubuh dalam
periode bulan atau tahun. Penyakit ginjal saat ini mempengaruhi kematian
sekitar 10 % sampai 16 % orang dewasa di seluruh Dunia Khususnya Benua Asia,
Australia, Eropa Utara, dan Amerika Selatan. Hipertensi dan diabetes adalah
kondisi umum yang disertai dengan penyakit ginjal menjadi penyebab kematian di
berbagai belahan dunia tersebut. Hal tersebut didukung dari 46 penelitian yang
dilakukan di John Hopkins Bloomberg School of Public Health (1972-2011) yang
memfokuskan setelah menganalisa data sebanyak dua juta partisipan dari benua
Asia, Australia, Eropa Utara, dan Amerika Selatan menemukan bahwa penyakit
ginjal menjadi indikator kuat risiko kematian dan stadium akhir penyakit
ginjal. Penyebab yang mempengaruhi penyakit ginjal ini dikarenakan kurangnya
pengetahuan tentang informasi gejala-gejala yang timbul pada penyakit ginjal
dan juga kurangnya pelayanan dan fasilitas kesehatan kususnya untuk penyakit
ginjal itu sendiri.
Ø TUJUAN
Dalam bidang kesehatan dibutuhkan juga sebuah teknologi
komputer yang mampu mendiagnosa penyakit ginjal dan saluran kemih, maka dari
itu pengembangan sistem pakar menggunakan metode Breadth First Search,
yang mempunyai kelebihan diantaranya tidak akan menemui jalan buntu dalam
melakukan proses pencarian solusi, jika terdapat lebih dari satu solusi maka
solusi minimum akan dipilih untuk melakukan diagnosa penyakit ginjal dan
saluran kemih. Maka dengan ini diharapkan aplikasi ini dapat meningkatkan
kinerja pelayanan dan fasilitas kesehatan, serta pasien dapat melakukan
diagnosa awal untuk penyakit ginjal tanpa harus menunggu pemeriksaan dokter.
Pengimplementasian sistem ini bertujuan untuk memudahkan untuk mendapatkan
informasi tentang gejala yang timbul sebagai penyebab dari penyakit ginjal dan
saluran kemih, agar sesuai dengan perkembangan Teknologi Informasi dewasa ini.
Dan untuk proses pengujian yang penulis lakukan terhadap program ini menggunakan
sistem Blackbox Testing yang cenderung dapat menemukan hal-hal seperti fungsi
yang tidak benar atau tidak ada, kesalahan antarmuka (interface errors),
kesalahan pada struktur data dan akses basis data, kesalahan peformansi
(performance errors), kesalahan inisialisasi dan terminasi.
Ø METODE YANG DIPAKAI
Metode Breadth First Search (BFS) merupakan pencarian yang
dilakukan dengan mengunjungi tiap-tiap node secara sistematis pada setiap level
hingga keadaan tujuan (goal state) ditemukan. Dengan kata lain menggunjungi
terlebih dahulu semua node yang selevel hingga ditemukan goal statenya. Breadth
First Search dapat diartikan juga dengan algoritma pencarian simpul dalam graf
(pohon) secara travelsal yang dimulai dari simpul akar dan mengecek semua
simpul-simpul tetangganya. Setelah itu, dari tiap simpul tetangganya, algoritma
akan terus mencek semua simpul tetangganya yang belum dicek, sedemikian
seterusnya hingga menemukan simpul tujuan Breadt First Search. Interpreter
kaidah mulai dari fakta yang ada yaitu hipotesa kemudian kaidah bagian THEN
mulai di uji untuk mendukung hipotesa awal. Jika ditemukan maka kaidah IF yang
cocok digunakan untuk menghasilkan hipotesa antara yang baru. Kemudian proses
berantai terus di ulang, mengumpulkan bukti yang mendukung, sehingga hipotesa
terbukti kebenarannya.
Keuntungan dari metode ini :
1. Tidak menemui jalan buntu.
2. Jika ada suatu solusi, maka Breadthfirst search akan
menemukannya.
3. Jika didapat lebih dari satu solusi, maka solusi minimum
akan ditemukan.
Kelemahan metode ini :
1. Membutuhkan memori yang cukup banyak, karena menyimpan
semua node dalam suatu pohon.
2. Membutuhkan waktu yang cukup lama, karena akan menguji n
level untuk mendapatkan solusi pada level ke- (n + 1).
Ø PEMBAHASAN
Sistem Pakar (Expert System)
merupakan salah satu teknik kecerdasan buatan yang berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Tujuan utama pengembangan sistem pakar
ini adalah mensubstitusikan pengetahuan dan pengalaman pakar ahli diberbagai
bidang seperti para ahli di sini adalah orang-orang yang memiliki keahlian
khusus dalam memecahkan masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh orang biasa.
Seperti dokter, mekanik, psikolog, dll.
Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar terdiri dari dua
bagian pokok, yaitu: lingkungan pengembangan (development environment) dan
lingkungan konsultasi (consultation environment). Lingkungan pengembangan
digunakan sebagai pembangun sistem pakar baik dari segi pembangunan komponen
maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh seseorang yang
bukan ahli untuk berkonsultasi (Kusumadewi, 2003:113-115).
Unsur Manusia dalam Sistem
Pakar
1.
Pakar (The Expert)
seorang pakar ialah seseorang yang memiliki
pengetahuan ataupun kemampuan luas dalam bidang studi tertentu.
2.
Perekayasa Pengetahuan (Knowledge Engineer)
penyerap pengetahuan untuk selanjutnya ditransfer ke dalam basis
pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dari pakar, dilengkapi dengan buku, basis
data, laporan penelitian, dan pengalaman pemakai.
3.
Pemakai (User)
seorang yang menggunakan sistem pakar untuk membantu keperluannya
4.
Unsur lainnya
beberapa
unsur lainnya yang mungkin termasuk ke dalam usur manusia untuk sistem pakar
adalah pembangun sistem (system builder) atau system analyst yang membantu
mengintegrasikan sebuah sistem pakar dengan sistem terkomputerisasi lainnya.
Metode Breadth First Search
adalah algoritma yang melakukan
pencarian secara melebar yang mengunjungi simpul secara preorder yaitu
mengunjungi suatu simpul kemudian mengunjungi semua simpul yang bertetangga
dengan simpul tersebut terlebih dahulu. Selanjutnya, simpul yang belum
dikunjungi dan bertetangga dengan simpulsimpul yang tadi dikunjungi , demikian
seterusnya
Entity Relationship Diagram
(ERD)
sebuah model yang berguna untuk
mengatur hubungan antar entitas atau tabel yang ada dalam sebuah database. Tentunya
antar himpunan entitas satu dengan lainnya memiliki keterhubungan atau relasi
yang tak bisa dipisahkan. Entitas yang dimaksud dalam hal tersebut ialah tabel,
untuk desain database sendiri adalah sekumpulan tabel, khususnya seperti SQL.
Dalam sistem Entity Relationship
Diagram (ERD), terdapat beberapa istilah penting diantaranya :
1.
Entitas (Entity) Suatu entitas yang dapat
berupa orang, tempat, obyek, atau kejadian yang dianggap penting bagi
perusahaan, sehingga segala atributnya harus dicatat dan disimpan dalam basis
data.
2.
Atribut (Atribute) Setiap entitas
mempunyai karakterisik tertentu yang dinamakan dengan atribut.
3.
Relasi (relationship) Hubungan antara dua
atau lebih entitas yang saling berkaitan.
4.
Identifier Merupakan nama atribute yang
digunakan untuk mengidentifikasi suatu entitas, Ada tiga jenis identifier
diantaranya Primary Key, Secondary Key, dan Foreign Key. Dalam penulisan tugas
akhir ini hanya menggunakan Primary Key dan Foreign Key, berikut ini penjelasan
dari Primary Key dan Foreign Key:
a. Primary
Key merupakan suatu kode identifikasi yang bersifat unik yang ditunjukkan oleh
masing-masing record dalam sistem. Tujuan dari Primary key adalah untuk
menunjukkan lokasi tiap catatan di dalam suatu file mengenai catatan-catatan
serupa.
b. Foreign
Key merupakan attribute yang merupakan Primary key dari relasi lain yang
ditarik/dihubungkan ke suatu relasi.
5.
Kardinalitas (Cardinality) Merupakan
kendala-kendala yang timbul dalam hubungan antar entitas.
Merupakan derajat yang menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat
berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Macam-macam
kardinalitas, misalkan hubungan antara entitas A dan B:
1. Satu
ke satu (one to one), maksudnya adalah setiap anggota entitas A hanya boleh
berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
2. Satu
ke banyak (one to many), maksudnya adalah setiap anggota entitas A dapat
berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
3. Banyak
ke banyak (many to many), maksudnya adalah Setiap anggota entitas A dapat
berhubungan dengan banyak anggota entitas B dan sebaliknya.
Unified Modeling Language (UML)
adalah sebuah metode pemodelan
yang digunakan untuk memvisualisasikan sebuah perancangan sistem berorientasi
objek, definisi UML adalah sebagai suatu bahasa yang sudah menjadi standar pada
visualisasi, perancangan, dan juga pendokumentasian sistem aplikasi.
Diagram UML yang digunakan dalam
penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1.
Use Case Diagram
suatu urutan interaksi yang saling berkaitan antara sistem dan aktor. Use
case dijalankan melalui cara menggambarkan tipe interaksi antara user suatu
program (sistem) dengan sistemnya sendiri. Use case melalui sebuah cerita yang
mana sebuah sistem itu dipakai. Use case juga dipakai untuk membentuk perilaku
(behaviour) sistem yang akan dibuat. Sebuah use case menggambarkan sebuah
interakasi antara pengguna (aktor) dengan sistem yang sudah ada.
Berikut ini merupakan Use Case Diagram yang menggambarkan aplikasi sistem
diagnosa penyakit ginjal dan saluran kemih secara keseluruhan:

Use Case Diagram
2.
Class Diagram
visual dari struktur sistem program pada kelompok-kelompok yang di
bentuk. Class diagram merupakan alur jalannya database pada sistem. Class
diagram adalah gambaran alur database dalam program. Dalam sebuah laporan
sistem maka class diagram wajib ada. Squence diagram adalah bagian dari UML
(Unified Modeling Language). Dalam sebuah laporan sequence diagram wajib ada
karena sangat penting.

Class Diagram
3.
Squence Diagram
diagram interaksi yang merinci bagaimana sebuah operasi dilakukan.
Sequence diagram atau diagram urutan menggambarkan interaksi antar kelas dalam
hal pertukaran pesan dari waktu ke waktu. Sequence diagram kadang juga disebut
diagram acara.

Sequence Diagram Admin

Sequence
Diagram Pasien
Pengujian Blackbox
pengujian menggunakan
sekumpulan aktifitas validasi, dengan pendekatan black box testing. Pengujian
dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari
perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian kotak
hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi
dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian black box testing
harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah.
Implementasi
1.
Form Master
Disini adalah pemisah antara bagian dokter dengan pasien untuk melakukan
diagnosa dan tampilan utama dari sistem pakar diagnosa penyakit ginjal dan
saluran kemih.

2.
Form Menu Utama
Dokter dapat melakukan perubahan dari data diagnosa, penyakit, password,
jadwal praktek dan dapat mencetak data-data yang sudah masuk ke dalam sistem
ini.

3.
Form Input Gejala Penyakit
Admin harus memasukan data untuk
diagnosa yang dilakukan pasien.

4.
Form Input Penyakit
Admin juga harus memasukan data penyakit untuk menentukan gejala apa yang
di alami pasien setelah melakukan diagnosa yang dilakukan pasien.

5.
From View Data Rekap Pasien
Disini dokter dapat melihat data
pasien yang telah melakukan diagnosa di sistem pakar ini. Dan dokter juga dapat
mencetak semua data pasien ke dalam bentuk dokumen.

6.
Form Identitas Pasien
Pasien harus mengisi identitas diri sendiri sesuai form yang di sediakan
sebelum melakukan diagnose.

7.
Form Diagnosa
Disini pasien di haruskan menjawab
pertanyaan yang di sediakan oleh sistem sesuai apa yang anda rasakan.

8.
Form Hasil Diagnosa
Pasien akan mengetahui hasil dari
diagnosa dari gejala-gejala awal yang di rasakan pasien.

Ø KELEBIHAN JURNAL YANG DI REVIEW
Menurut saya
kelebihan dari Jurnal yang saya review ini yaitu metode yang dipakai oleh
pembuat Jurnal ini sangat memudahkan akan menemukan solusi tanpa ada jalan
buntu ini sangat bagus karna tidak akan banyak menyita waktu jika ada kendala
dapat cepat menemukan banyak solusi dengan memilih solusi terminimum hingga
masalah dapat terselesaikan. Dan tentunya sangat membantu kepada orang yang
mengidap gejala penyakit ginjal dan saluran kemih untuk secepatnya mengetahui
gejala-gejala yang bermunculan, saya kira itu yang dapat saya katakana akan
kelebihan jurnal ini.
Ø SARAN
Saran yang
saya dapat berikan yaitu semoga kedepannya dapat dievaluasi sesering mungkin
dari keluhan dan pengalaman pengguna, sehingga sistem pakar ini akan terus
membaik dan berkembang untuk kesehatan
juga pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya informasi tentang penyakit
ginjal dan saluran kemih. Mungkin juga dengan menambah dan memperbanyak
persebaran entity ke klinik atau rumah sakit di kota dan juga daerah pelosok
agar tidak terdapat kesenjangan Kesehatan masyarakat.
Ø KESIMPULAN
Dengan terdapat permasalahan yaitu penyakit ginjal dan
saluran kemih yang cukup meresahkan masyarakat, sistem pakar ini datang untuk
menekan kasus tsb dengan sistem pakar ini gejala awal akan segara diketahui dan
secepatnya solusi awal pengobatan dapat dilaksanakan. Sistem pakar ini sangat
mempermudah pakar dalam menyusutkan permasalahan penyakit ginjal dan saluran
kemih.
Ø DAFTAR REFERENSI
A.
S, R., & Salahuddin, M. (2011).
Modul Pembelajaran Rekayasa
Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek).
Bandung:
Penerbit Modula
A. S, R., & Salahuddin, M.
(2013).
Rekayasa Perangkat Lunak
Terstruktur dan Berorientasi
Objek. Bandung: Informatika.
Desiani, A., & Arhami, M.
(2006).
Konsep Kecerdasan Buatan.
Yogyakarta: Andi.
Joni, I., & Raharjo, B.
(2011).
Pemrograman C dan
Implementasinya. Bandung:
Informatika.
Kroenke, D. (2006). Database
Processing: Fundamentals,
Design, and Implementation.
Pearson Prentice Hall.
Martin, F. (2005). Panduan Singkat
Tentang Bahasa Pemodelan
Objek Standar (3 ed.).
Yogyakarta: Andi.
Munawar. (2005). Pemodelan Visual
Menggunakan UML.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Priyanto, R. (2008). Langsung Bisa
Visual Basic .Net. Yogyakarta:
Andi Offset.
Ramdan, A. (2006). Pemrograman WEB
Database PHP & MySql. Jakarta:
Elex Media Komputindo.
Romney, M., & Steinbart, P.
(2004).
Sistem Informasi Akuntansi.
Jakarta: Salemba Empat.
Sadeli, M. (2008). Pemrograman
Database dengan Visual Basic
.Net untuk Orang Awam.
Palembang: Maxikom.
Wicaksono, Y. (2008). Membangun
Bisnis Online dengan Mambo.
Jakarta: Elex Media
Komputindo.
Widodo, P. P., & Herlawati.
(2011).
Menggunakan UML Informatika.
Bandung: Andi.
NAMA : PRASETYO NURRAHMAN
KELAS : 3KA03
NPM : 15118583
Peminat bisa mengunduh aplikasi GrabWheels yang terpisah namun terintegrasi dengan aplikasi Grab. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Di BSD City sudah terdapat lima tempat parkir GrabWheels dan ada sekitar 50 skuter elektrik yang telah siap beroperasi. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
